DONOROJO
– Pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam membangun suatu negara. Terkait
masalah pendidikan, Desa Donorojo memiliki taraf pendidikan yang memang relatif
rendah. Hal itu disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya: kurangnya
perhatian dan kepedulian orang tua kepada pendidikan anak, dan yang terutama
adalah masalah ekonomi.
“Masalah disini sebenarnya terkait
dengan pendidikan mbak. Coba sekiranya bisa, tolong berikan pelajaran tambahan,
terutama untuk siswa kelas 5 dan 6 SD. Apalagi kelas 6 akan menghadapi ujian
nasional, sedangkan orang tua mereka kurang memperhatikan pendidikan
anak-anaknya”, ungkap Arif Setiadin, S.E., Kepala Desa Donorojo.
Berdasarkan pendapat tersebut,
mahasiswa Tim I KKN-PPM UNDIP berinisiatif untuk mengadakan kegiatan pelajaran
tambahan bagi kelas 5 dan 6. Hal ini diharapkan dapat sedikit membantu siswa SD/MI
di Desa Donorojo. Kegiatan pembelajaran dilakukan di SDN Donorojo, MI Yakti
Donorojo, dan di 2 dusun lain yang tidak tercakup dalam kedua sekolah tersebut,
yaitu Dusun Monosari dan Gegunung.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini,
anak-anak memiliki antusiasme yang cukup besar. Hal ini terlihat dari respons
mereka ketika kegiatan ini berlangsung. Kegiatan dimulai pada hari Senin, 21
Januari 2013. Untuk SD dan MI pukul 13:00, dan pukul 14:30 untuk kegiatan
pembelajaran di dusun. Pelajaran yang diberikan bergilir setiap harinya. Untuk SD
dan MI, pelajaran yang diberikan adalah Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA.
Sedangkan untuk kegiatan di dusun, pelajaran yang diberikan menyesuaikan
peserta yang hadir karena terdiri dari berbagai macam kelas, dari kelas 1 – 6.
Kegiatan
ini mendapat dukungan yang cukup besar dari pihak orang tua, guru, dan
perangkat desa. “pemberian pelajaran tambahan ini positif sekali mbak, daripada
anak-anak itu kerjaannya main kesana-kesini ga bener kalau sore, mending mereka
berkumpul dan belajar bersama sama mbak-mbak dan mas-mas”, ujar Sobirin, Kepala
Dusun Monosari. Kegiatan ini sudah dijadwalkan berlangsung intensif selama 3
minggu, dari tanggal 21 Januari sampai dengan 7 Februari, dari hari Senin –
Kamis (Maulina).


