Senin, 11 Februari 2013

Pelajaran Tambahan bagi Siswa SD/MI Donorojo


DONOROJO – Pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam membangun suatu negara. Terkait masalah pendidikan, Desa Donorojo memiliki taraf pendidikan yang memang relatif rendah. Hal itu disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya: kurangnya perhatian dan kepedulian orang tua kepada pendidikan anak, dan yang terutama adalah masalah ekonomi.



“Masalah disini sebenarnya terkait dengan pendidikan mbak. Coba sekiranya bisa, tolong berikan pelajaran tambahan, terutama untuk siswa kelas 5 dan 6 SD. Apalagi kelas 6 akan menghadapi ujian nasional, sedangkan orang tua mereka kurang memperhatikan pendidikan anak-anaknya”, ungkap Arif Setiadin, S.E., Kepala Desa Donorojo.

Berdasarkan pendapat tersebut, mahasiswa Tim I KKN-PPM UNDIP berinisiatif untuk mengadakan kegiatan pelajaran tambahan bagi kelas 5 dan 6. Hal ini diharapkan dapat sedikit membantu siswa SD/MI di Desa Donorojo. Kegiatan pembelajaran dilakukan di SDN Donorojo, MI Yakti Donorojo, dan di 2 dusun lain yang tidak tercakup dalam kedua sekolah tersebut, yaitu Dusun Monosari dan Gegunung.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, anak-anak memiliki antusiasme yang cukup besar. Hal ini terlihat dari respons mereka ketika kegiatan ini berlangsung. Kegiatan dimulai pada hari Senin, 21 Januari 2013. Untuk SD dan MI pukul 13:00, dan pukul 14:30 untuk kegiatan pembelajaran di dusun. Pelajaran yang diberikan bergilir setiap harinya. Untuk SD dan MI, pelajaran yang diberikan adalah Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA. Sedangkan untuk kegiatan di dusun, pelajaran yang diberikan menyesuaikan peserta yang hadir karena terdiri dari berbagai macam kelas, dari kelas 1 – 6.


Kegiatan ini mendapat dukungan yang cukup besar dari pihak orang tua, guru, dan perangkat desa. “pemberian pelajaran tambahan ini positif sekali mbak, daripada anak-anak itu kerjaannya main kesana-kesini ga bener kalau sore, mending mereka berkumpul dan belajar bersama sama mbak-mbak dan mas-mas”, ujar Sobirin, Kepala Dusun Monosari. Kegiatan ini sudah dijadwalkan berlangsung intensif selama 3 minggu, dari tanggal 21 Januari sampai dengan 7 Februari, dari hari Senin – Kamis (Maulina).

Aktivasi Kembali Perpustakaan Desa



Donorojo – Sabtu (19/01/2012) Tim I KKN-PPM Universitas Diponegoro Semarang mengadakan kerja bakti dalam upaya pengaktifan kembali perpustakaan desa. Perpustakaan desa merupakan tempat atau sarana mengoleksi buku atau rekaman lain untuk kepentingan masyarakat desa sebagai upaya meningkatkan budaya membaca. Adanya perpustakaan desa akan membantu masyarakat agar lebih paham mengenai ilmu pengetahuan lain. Dimana perpustakaan desa ini bebas dipakai oleh semua lapisan masyarakat yang membutuhkan informasi atau materi yang lebih dalam mengenai suatu hal yang belum mereka ketahui. Di desa Donorojo sendiri sudah lama terdapat perpustakaan desa. Namun, naas perpustakaan desa yang seharusnya bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat luas, kini mangkrak tak terawat. Sudah hampir 20 tahun lebih rak-rak perpustakaan dibiarkan terbengkalai dengan buku berserakan. Buku-buku yang ada di perpustakaan desa pun tampak usang dan tak layak pakai.



Pengaktifan kembali perpustakaan desa oleh Tim I KKN-PPM UNDIP dimaksudkan untuk membantu warga Desa Donorojo yang rata-rata tingkat pendidikan mereka hanya sampai Sekolah Dasar. Alasan ekonomi lah yang menjadi faktor utama, mengapa kebanyakan warga Donorojo tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya. Sabtu siang itu juga kegiatan kerja bakti dilakukan dengan pengecatan kembali ruang perpustakaan lama yang bersebelahan dengan PAUD Donorojo. Pemilahan dan penataan buku-buku layak pakai diusahakan supaya buku yang berada di perputakaan dapat digunakan secara maksimal oleh warga yang membutuhkan ilmu pengetahuan lebih. Dimana sebagian besar buku tak layak pakai dikumpulkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Sementara buku yang masih layak pakai ditata kembali sesuai dengan kelompok buku.

Buku-buku yang berada di perpustakaan desa sebagian besar adalah buku keluaran lama. Banyak buku yang masih sangat bermanfaat bagi warga desa Donorojo, misalnya buku mengenai membuat getuk lindri, buku memanfaatkan pekarangan, buku kesehatan, buku pertanian, pengolahan makanan dan buku mengenai pengenalan huruf. Selain itu ada penambahan buku dari Tim I KKN-PPM UNDIP, yaitu berupa buku-buku pelajaran untuk sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, buku-buku resep masakan, dan majalah edukasi. Diharapkan  dengan pengaktifan kembali perpustakaan desa Donorojo animo warga untuk membaca juga lebih meningkat, dan kendala ekonomi bukan menjadi alasan utama bagi warga Donorojo untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas jika belum mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (Rully).

Bedah Kampung untuk Rumah Tidak Layak Huni


DONOROJO – Kemiskinan merupakan permasalahan utama yang harus dipecahkan. Salah satu faktor yang menjadi indikator kemiskinan adalah kondisi rumah yang tidak layak huni. Untuk itu Kementerian Sosial mencanangkan program bedah kampung dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sekaligus penanggulangan kemiskinan. Program tersebut dilakukan secara menyeluruh di Kabupaten Magelang, termasuk di Kecamatan Tegalrejo, khususnya Desa Donorojo.



Dalam pelaksanaan program tersebut, setiap desa mendapat bagian 1 rumah. Untuk Desa Donorojo, rumah yang akan diperbaiki terletak di Dusun Klagen. Bedah rumah dilaksanakan pada hari Kamis, 17 Januari 2013 yang diikuti juga oleh mahasiswa Tim I   KKN-PPM UNDIP yang kebetulan ditempatkan di Desa Donorojo.

“Program bedah kampung ini sesuai dengan instruksi bupati. Setelah melalui seleksi, didapatkan 1 rumah itu yang akan direhab” ujar Wahyono, Kepala Dusun Klagen. Kerja bakti dalam pelaksanaan bedah kampung ini dilakukan secara bergilir. Dusun Klagen terdiri dari 5 RT, untuk itu kerja bakti dilakukan secara bergilir tiap RT di tiap harinya. “Untuk nanti hari kamis, yang mendapat giliran adalah warga RT 5. Biasanya dimulai dari jam 8 sampai jam 2 siang”, tambah Wahyono.


Mahasiswa dari Tim KKN Desa Donorojo memiliki inisiatif untuk turut serta dalam kegiatan kerja bakti tersebut dengan maksud untuk bisa berbaur dan dalam rangka perkenalan dengan warga sekitar. Walaupun kegiatan ini bukan termasuk dalam program pokok, tapi diharapkan bisa memberikan manfaat bagi warga sekitar (Maulina).


Sekilas tentang Donorojo

Donorojo adalah salah satu dari 21 desa di Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Terletak bagian timur laut Tegalrejo, berbatasan langsung dengan Kecamatan Grabag. Secara geografis, di sebelah timur Donorojo berbatasan dengan Desa Mangunrejo, di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Japan dan Desa Klopo, sebelah barat berbatasan dengan Desa Ngadirejo, dan di sebelah utara berbatasan dengan Desa Lebak Kecamatan Grabag. Donorojo terdiri dari 7 dusun, yakni Dusun Klagen, Jengkol, Klaseman, Barongan, Kempong, Monosari, dan Gegunung, serta terdiri dari 16 RT dan 7 RW.

Peta Desa Donorojo

Posisi koordinat Desa Donorojo pada 110° 16’ 42” BT sampai dengan 110° 18’ 55” BT dan 7° 25’ 45” LS sampai dengan 7° 26’ 35” LS. Terletak pada elevasi +480 m sampai +577 m DPL (di atas permukaan air laut rata-rata). Memiliki luas wilayah ±140 ha, terdiri dari atas 107,6 ha persawahan, 5,4 ha tegalan, 18,6 permukiman, dan 8,4 kebun atau hutan. Dengan kondisi alam seperti itu, sebagian penduduk Donorojo bermata pencaharian sebagai petani. Tanaman yang banyak dibudidayakan di Donorojo ialah padi, cabai, jagung, dan aneka sayuran.



Lanskap Desa Donorojo

Jumlah KK di Donorojo sebanyak 355, jumlah penduduk total sebanyak 1346 orang, terdiri dari 662 laki-laki dan 684 perempuan. Memiliki fasilitas umum berupa masjid sebanyak 7 buah yang terletak di masing-masing dusun, 3 musala, 1 Sekolah Dasar, 1 Madrasah Ibtidaiyah, 2 Taman Kanak-kanak, 2 PAUD, dan 4 TPQ. Masyarakat Donorojo merupakan masyarakat yang agamis, terdiri atas 100 % pemeluk agama Islam, dan masih menjaga adat budaya religius dengan mengadakan kegiatan tahlilan dan pengajian secara rutin.



Siswa Sekolah Dasar Negeri Donorojo

Desa Donorojo memiliki beberapa UMKM unggulan, salah satunya yang paling menonjol adalah kerajinan centong. Keunggulan centong dari Desa Donorojo ialah bentuknya yang menarik dan harganya yang terjangkau. Centong tersebut terbuat dari kayu jenis sonokeling dan semacamnya. Para perajinnya tersebar hampir di setiap dusun. Tiap perajin mengerjakan satu tahap pembuatan, mulai dari pemotongan, pembubutan, pengamplasan, dan pemolesan. Centong hasil produksi dari Desa Donorojo sudah dipasarkan hampir ke seluruh kota di Pulau Jawa.


Perajin Centong Bersama Kades Donorojo

Selain centong, di Donorojo ada kerajinan talenan, tas anyaman plastik, dan batu bata. Hasil pertanian yang melimpah di Donorojo adalah cabai. Cabai dari Donorojo telah dikirim ke beberapa kota besar seperti Semarang, Jakarta, dan lain-lain.

Donorojo memiliki berbagai macam potensi, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang melimpah. Potensi tersebut harus dikelola dengan baik dan bijak agar manfaatnya dapat dirasakan oleh warga Desa Donorojo khususnya dan masyarakat pada umumnya.